
Sleman, 1 September 2026 — Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (BBGTK DIY) menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi DIY, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di BBGTK DIY tersebut mengundang 72 peserta dari unsur Dinas Pendidikan serta Balai Pendidikan Menengah kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Media Edukasi BBGTK DIY, Nunik Sukeksi, S.H., M.Pd, yang juga selaku penanggungjawab umum Penghargaan GTK Tahun 2026, menyampaikan rapat koordinasi dilaksanakan sebagai forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program penghargaan dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, sekaligus menyosialisasikan kebijakan dan mekanisme Penghargaan GTK Tahun 2026. Melalui forum ini, BBGTK DIY bersama para pemangku kepentingan pendidikan di daerah menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program tahun 2026 dapat berlangsung lebih terencana dan tepat sasaran.

Sejumlah catatan menjadi perhatian dalam evaluasi pelaksanaan HGN 2025. Di antaranya adalah ditemukannya karya yang diunggah tidak sesuai dengan panduan. Evaluasi juga mencatat masih perlunya peningkatan pemahaman mengenai jenis penghargaan, termasuk belum optimalnya keterlibatan masyarakat dan dinas pendidikan.
Dari aspek akademik, evaluasi menyoroti pentingnya ketepatan dalam menentukan kategori peserta. Peserta kategori dedikatif, misalnya, harus benar-benar menunjukkan unsur dedikasi sesuai kriteria, bukan semata-mata menampilkan inovasi. Selain itu, kualitas portofolio juga menjadi perhatian, mulai dari kesesuaian durasi dan kualitas video, kelengkapan data sebagai bukti dampak inovasi, keterkaitan karya dengan tema yang ditetapkan, hingga kemampuan peserta dalam menyajikan presentasi.
Catatan tersebut menjadi bahan penting untuk memperbaiki pelaksanaan Penghargaan GTK 2026. Program tahun ini diarahkan tidak sekadar sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana memberikan apresiasi dan motivasi kepada pendidik dan tenaga kependidikan agar terus berkarya dan berinovasi, sekaligus menjadikan penerima penghargaan sebagai sumber inspirasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Dalam sosialisasi disampaikan bahwa Penghargaan GTK Tahun 2026 terbagi dalam dua skema utama, yakni Apresiasi GTK dan Anugerah GTK. Apresiasi GTK diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang menunjukkan transformasi dan dedikasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, sedangkan Anugerah GTK merupakan penghargaan dan pengakuan kepada GTK yang memberikan dampak nyata bagi murid, lingkungan belajar, komunitas sekolah, masyarakat, dan pendidikan secara keseluruhan.
Pada skema Apresiasi GTK terdapat dua jenis penghargaan, yaitu Apresiasi GTK Transformatif dan Apresiasi GTK Dedikatif. Kategori Transformatif ditujukan bagi GTK yang menunjukkan kreativitas dan pembaruan serta menghasilkan karya nyata yang berdampak dan menginspirasi. Sementara itu, kategori Dedikatif diberikan kepada GTK yang secara konsisten mencurahkan tenaga, pikiran, dan waktu dalam menjalankan tugas sehingga memberikan dampak terhadap kemajuan pendidikan.
Adapun Anugerah GTK 2026 membuka ruang pengusulan calon penerima tidak hanya dari unsur pemerintah. Calon penerima dapat diusulkan oleh UPT Kementerian, dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota, serta masyarakat dan mitra pendidikan, antara lain dewan pendidikan, komite sekolah, organisasi masyarakat, organisasi profesi, hingga dunia usaha dan dunia industri yang bermitra dengan satuan pendidikan.

Keterlibatan dinas pendidikan menjadi salah satu unsur penting dalam keberhasilan program. Koordinasi yang kuat diharapkan dapat memastikan calon peserta benar-benar memenuhi kriteria serta mempunyai rekam jejak dan praktik baik yang layak mendapatkan apresiasi.
Melalui koordinasi sejak awal, berbagai kendala yang muncul pada penyelenggaraan tahun sebelumnya diharapkan dapat diminimalkan. Dinas pendidikan dan pemangku kepentingan terkait juga diharapkan dapat menyebarluaskan informasi secara lebih masif, melakukan identifikasi calon peserta secara cermat, serta memberikan waktu yang memadai bagi GTK untuk menyiapkan karya dan portofolio sesuai ketentuan.
Rapat koordinasi dan evaluasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi BBGTK DIY dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi dan penghargaan bagi GTK. Evaluasi tidak berhenti pada identifikasi kendala, tetapi menjadi pijakan untuk perbaikan pelaksanaan, penguatan kualitas karya, serta perluasan partisipasi GTK dari seluruh wilayah DIY.
Dengan persiapan dan koordinasi yang semakin baik, pelaksanaan Penghargaan GTK 2026 diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak praktik baik serta sosok pendidik dan tenaga kependidikan yang berdampak, inspiratif, dan dapat menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan. Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Guru Nasional Tahun 2026, “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”
