tailwind.config = { theme: { extend: { fontFamily: { ‘sans’: [‘Poppins’, ‘sans-serif’], ‘serif’: [‘Playfair Display’, ‘serif’], }, colors: { ‘brand-orange’: ‘#d35400’, ‘brand-yellow’: ‘#f39c12’, ‘brand-dark’: ‘#2c3e50′, }, aspectRatio: { ’16/9′: ’16 / 9’, }, } } } /* Gaya tambahan untuk modal */ /* Animasi Modal */ @keyframes fadeIn { from { opacity: 0; } to { opacity: 1; } } .modal-fade-in { animation: fadeIn 0.3s; } /* Wrapper untuk rasio 16:9 */ .video-wrapper { position: relative; padding-bottom: 56.25%; /* 16:9 Aspect Ratio */ height: 0; overflow: hidden; background: #000; } .video-wrapper iframe { position: absolute; top: 0; left: 0; width: 100%; height: 100%; border: 0; } /* Gaya khusus untuk judul video di galeri agar tidak terlalu besar */ .video-gallery .video-item h4, .video-gallery .video-item h3 { font-family: ‘Poppins’, sans-serif; /* Menggunakan Poppins untuk judul video */ font-weight: 600; margin-bottom: 0.5rem; }


Slide Show Foto
NUMERASI BUKAN HANYA RUMUS, TAPI KUNCI KEHIDUPAN!
Kami persembahkan sebuah terobosan dalam pendidikan di Indonesia: Taman Numerasi BBGTK Provinsi DIY!
Filosofi di Balik Setiap Angka
Kami meyakini bahwa Numerasi bukan sekedar tentang berhitung. Numerasi merupakan kemampuan memahami, menggunakan, menginterpretasikan angka serta simbol dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan numerasi yang baik, seorang diharapkan mampu menggunakan pengetahuan matematika untuk menjelaskan fenomena, memecahkan masalah, atau mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan logis dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Pendeknya kemampuan numerasi adalah kecakapan hidup.
Salah satu upaya membangun kemampuan numerasi adalah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan relevan dan bermakna.
Dukungan Nyata untuk Pendidikan Nasional
BBGTK Provinsi DIY, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saat ini sedang mengembangkan Taman Numerasi. Taman Numerasi BBGTK Provinsi DIY merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap program Gerakan Numerasi Nasional sebagai upaya untuk membangun kemampuan numerasi secara kontekstual dan menyenangkan.
Taman Kami, Inspirasi Sekolah Anda!
Taman numerasi bukan hanya sekadar taman bermain.
- Bagi Murid: Taman Numerasi BBGTK DIY merupakan taman untuk murid belajar dengan merdeka, menyenangkan dan bermakna agar murid ini menjadi wahana untuk lebih mengenal numerasi dengan suasana yang menyenangkan.
- Bagi Pendidik: Taman Numerasi BBGTK DIY dapat digunakan sebagai tempat bagi guru sebagai tempat belajar dan berdiskusi tentang numerasi dan mengembangkan aktivitas numerasi yang akan digunakan untuk pembelajaran bagi murid-muridnya. Taman ini bisa juga digunakan oleh guru sebagai tempat praktik menyelenggarakan aktivitas numerasi. Taman Numerasi BBGTK DIY juga bisa menjadi inspirasi para guru dan sekolah apabila hendak mengembangkan taman numerasi di sekolah masing-masing dengan memaksimalkan potensi yang ada.
Jelajahi Dua Zona Pembelajaran Revolusioner:
Taman Numerasi BBGTK Provinsi DIY memanfaatkan fasilitas lahan dan bangunan yang sudah tersedia, dan terbagi menjadi area Indoor dan Outdoor:
1. Zona Eksplorasi Cerdas (INDOOR)
Taman numerasi Indoor berada dalam bangunan segi delapan dengan luas 125 meter persegi. Desainnya dibuat menarik dengan warna-warna cerah yang membangkitkan semangat belajar dan eksplorasi. Berbagai macam permainan dan aktivitas numerasi di dalamnya didesain untuk membina kecakapan numerasi pengunjung. Aktivitas-aktivitasnya didesain agar siswa belajar dan bermain melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.
Fitur Pendukung: Aktivitas permainan serta tantangan dikembangkan dan dilengkapi dengan panduan bagi pengunjung (murid) serta panduan bagi pendamping (guru).
2. Zona Petualangan Aktif (OUTDOOR)
Taman numerasi outdoor dikembangkan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti jalan setapak, konblok, maupun area dinding. Desain permainan dikembangkan dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan para murid.
Area ini Kaya dengan:
- Beragam permainan pengenalan bangun datar dan pola bilangan.
- Berbagai pemecahan masalah numerasi yang terpasang di beberapa area outdoor.
- Obyek atau benda yang dilengkapi dengan berbagai aktivitas numerasi
- Dinding yang dimaksimalkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang numerasi bagi para murid.
- Serta beragam aktivitas permainan edukatif lainnya
Visi Masa Depan
Koleksi aktivitas dan beragam permainan edukatif akan terus dikembangkan oleh tim pengembang taman numerasi di BBGTK Provinsi DIY guna memenuhi kebutuhan peningkatan kemampuan numerasi serta memperkaya aktivitas numerasi.
Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!
Ajak rombongan kelas Anda untuk belajar numerasi secara kontekstual, menyenangkan, dan relevan. Jadikan sekolah Anda terinspirasi!
SEGERA RESERVASI KUNJUNGAN KELAS ANDA!
Hubungi ULT BBGTK DIY :08112988188 untuk pemesanan tanggal kunjungan.
Taman Numerasi: Dari Abstrak Jadi Atraksi
Peresmian Taman Numerasi

Peresmian Taman Numerasi BBGTK DIY
Taman Numerasi Indoor

Taman Numerasi Indoor BBGTK DIY
Taman Numerasi Outdoor

Taman Numerasi Outdoor BBGTK DIY
Lembar Kerja
Kontak Kami // — Skrip Modal Video — const modal = document.getElementById(“videoModal”); const videoFrame = document.getElementById(“videoFrame”); /** * Membuka modal dan memainkan video. * @param {string} videoId – ID video YouTube. */ function openModal(videoId) { // Menggunakan ’embed’ dan ‘autoplay=1’ untuk putar otomatis videoFrame.src = `https://www.youtube.com/embed/${videoId}?si=temp&autoplay=1`; modal.classList.remove(“hidden”); } /** * Menutup modal dan menghentikan video. */ function closeModal() { modal.classList.add(“hidden”); videoFrame.src = “”; // Hentikan pemutaran video } // Tutup modal jika user klik di luar area konten modal window.onclick = function(event) { if (event.target == modal) { closeModal(); } } // — Skrip Slideshow Sederhana — const slideshowImages = [ “https://bbgtkdiy.kemendikdasmen.go.id/wp-content/uploads/2025/08/5.png”, “https://bbgtkdiy.kemendikdasmen.go.id/wp-content/uploads/2025/08/4.png”, “https://bbgtkdiy.kemendikdasmen.go.id/wp-content/uploads/2025/08/2-1.png” ]; let currentSlideIndex = 0; const slideshowElement = document.getElementById(“slideshowImage”); if (slideshowElement) { function nextSlide() { currentSlideIndex = (currentSlideIndex + 1) % slideshowImages.length; // Efek fade out slideshowElement.style.opacity = 0; setTimeout(() => { // Ganti gambar setelah fade out slideshowElement.src = slideshowImages[currentSlideIndex]; // Efek fade in slideshowElement.style.opacity = 1; }, 1000); // Waktu ini harus cocok dengan durasi transisi CSS (duration-1000) } // Ganti slide setiap 4 detik (1 detik fade, 3 detik tampil) setInterval(nextSlide, 4000); } // — Skrip ResponsiveVoice (sesuai permintaan) — /** * Membaca teks yang sedang diseleksi. */ function bacaTeksTerpilih() { try { if (typeof responsiveVoice === ‘undefined’) { console.warn(“ResponsiveVoice not loaded.”); return; } const selectedText = window.getSelection().toString().trim(); if (selectedText.length > 0) { responsiveVoice.cancel(); // Hentikan suara sebelumnya responsiveVoice.speak(selectedText, “Indonesian Female”); } } catch (e) { console.error(“ResponsiveVoice error:”, e); } } // Aktif saat mouse selesai blok teks document.addEventListener(“mouseup”, function () { // Beri jeda sedikit agar window.getSelection() mendapatkan teks terbaru setTimeout(bacaTeksTerpilih, 100); }); // Aktif saat double click pada kata document.addEventListener(“dblclick”, function () { setTimeout(bacaTeksTerpilih, 100); }); // Aktif saat mouse hover ke elemen teks // Dibatasi hanya untuk elemen di dalam ‘.container’ agar lebih spesifik const elementsToSpeak = document.querySelectorAll( “.container p, .container span, .container li, .container h1, .container h2, .container h3, .container h4, .container h5, .container h6” ); elementsToSpeak.forEach(function(el) { el.addEventListener(“mouseenter”, function () { const text = el.innerText.trim(); if (text.length > 0 && text.length < 500) { // Batasi panjang teks agar tidak terlalu panjang try { if (typeof responsiveVoice === ‘undefined’) { console.warn(“ResponsiveVoice not loaded.”); return; } responsiveVoice.cancel(); // Hentikan suara sebelumnya responsiveVoice.speak(text, “Indonesian Female”); } catch (e) { console.error(“ResponsiveVoice error:”, e); } } }); // Opsional: Hentikan suara saat mouse meninggalkan elemen el.addEventListener(“mouseleave”, function () { try { if (typeof responsiveVoice !== ‘undefined’) { responsiveVoice.cancel(); } } catch (e) { console.error(“ResponsiveVoice error:”, e); } }); });
